Posts Tagged ‘tkp kencan tajur’

Jan 05

TKP Kencan : Tajur – Rumah Ayank ..

Posted by Dede M Yusuf in curhat

tkp-kencan

Hal ini sepertinya sudah menjadi rutinitasku yang hilang selama beberapa tahun belakangan, yaitu kencan atawa ngapel ke rumah pacar. hmmm … lama juga aku merasa sendiri di dunia ini tanpa ada wanita yang menemani. Sudah 2 tahunan menjomblo tanpa ada satu pun yang spesial dihati, ya walau banyak wanita yang kusuka tapi tak satu pun yang berani kuungkapkan. Lebih-lebih pada yang satu ini … bagaikan halilintar yang turun ke bumi menyambar gendang telingaku hingga pecah. serasa tak percaya telah kuungkapkan rasa sayangku padanya, yang terjadi adalah kumerasa belum samasekali terbangun dari mimpi, mimpi yang indah ini.

Wah sungguh ternyata indah cinta ini, romantis … dan penuh amanah. Jalan kedepan yang selama ini semakin kabur dan tidak jelas, sekarang menjadi semakin terang dan begitu lurus. Janji yang selama ini tak pernah kusebut, kini selalu teringat dan terngiang ditelinga. Harus dijalani dan ditepati, tanpa kompromi … karena janji itu adalah utang dan amanah adalah kepercayaan

Kerja jam 9 sampai jam 5 bersama dirinya selalu mengisahkan kisah kasih antara kita, banyak cerita yang bisa terungkap. Walau kita bekerja ditempat yang sama, masih bisa menjaga hati masing-masing hingga saatnya kencan nanti sehabis pulang kerja. Banyak yang bilang cinta lokasi akan mendapatkan begitu banyak masalah tapi persetan dengan itu semua, cinta itu cinta tidak bisa dikatakan begitu saja, kita yang menjalani kenapa orang lain yang sibuk ngerecokin!

Nah, bagian yang seru sebetulnya terjadi saat waktu menjelang pulang, aku yang terbiasa tidak memperdulikan jam kerja jadi semakin berjiwa “buruh” tapi tetep abis kencan balik lagi kekippy meneruskan loyalitasku yang tertunda.

Akhirnya motor megapro gua berguna juga, ada penumpang setianya, tak lagi sendiri. Senang rasanya bila ada yang memeluk pinggang kita sambil menikmati perjalanan pulang menuju Tajur. Aku yang terbiasanya pulang dengan standar pembalap, kini mulai mengurangi kecepatan sedikit demi sedikit hanya untuk menikmati dekapan hangatnya dan romantisme diskusi dalam perjalanan.

Agenda perjalanan jadi bertambah dengan adanya “wisata Kuliner“. Ya, kita sesering mungkin menikmati makanan-makanan yang belum samasekali atau jarang kita sentuh, tren ini sebetulnya agak lebih positif bila dibandingkan dengan hal-hal yang lain yang menurutku samasekali tidak mendidik.

Pacaran itu sebetulnya satu waktu yang pas untuk memberikan pelajaran yang berguna. Pelajaran mengenai tanggungjawab, ego, kepercayaan, kemandirian, dan kebersamaan. Diatas semua itu adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada yang diatas. karena tanpa itu, pacaran hanyalah perbuatan dosa belaka. Berikanlah sesering mungkin pelajaran-pelajaran religius singkat kepada masing-masing agar menjadi bekal di hari nanti.

Tempat kejadian perkara yang sering digunakan adalah ruang tamunya sang kekasih di tajur. Begitu banyak hal yang bisa dilakukan, bersenda gurau, silaturahmi dengan mamah, dan uu, aa, dan kekasih. Ya walaupun pada akhirnya malah jadi sering sering dicekokin sinetron, tapi tak mengapa, selama bersamanya hatiku semakin sempurna, aman dan nyaman. Datang-datang langsung “anun” sama mamah dan uu (rifka biasanya tak pernah ada dirumah) berbasa-basi sambil bersendagurau menanyakan kesehatannya, bagaimana kerjanya tadi pagi, keadaan macet atau tidak, hujan ga, dan banyak hal lainnya. Sungguh menyenangkan bisa “memasuki” keluarga “baru” yang menurutku sangat harmonis, damai dan bersahaja. Mereka begitu santun menyapa dan menyambut kedatangan putri bungsunya (itu kekasihku). Sungguh aku merasa malu bila berdialog dengan mereka, takut salah-salah kata, mereka begitu fasih berkata dalam sunda lemes, sedangkan aku yang terbiasa sunda “bogor” sangat kagok untuk menjawab pertanyaan dari mereka. Yang terlepas hanya muhun, hatur nuhun, mangga, sawiyos … hah aku harus harus lebih memperdalam basa sunda ku sendiri nih.