Posts Tagged ‘business marketing’

PENGELOLAAN INTENSIF PASAR BANK SYARIAH

Latar Belakang

Dalam satu dasawarsa ini, pertumbuhan bank syariah di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Melihat betapa ekspansifnya bank-bank syariah dalam membuka cabangnya di seluruh pelosok daerah. Bank Syariah Mandiri adalah salah satu contoh yang menapaki pertumbuhan pesat ini. Lahir sebagai follower, kini berubah menjadi kompetitor yang potensial bagi Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang notabene merupakan market leader dalam dunia perbankan syariah di Indonesia. Atas dasar dikeluarkannya fatwa haram untuk bunga oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), sedikit banyak tentu saja turut memberi kontribusi pada percepatan pertumbuhan bank syariah di masa yang akan datang. Namun bila tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi bumerang dan menyerang balik bila perusahaan belum memiliki kapasitas yang memadai untuk melayani pasarnya dengan cara yang memuaskan. Pengkajian yang menyeluruh untuk melihat peluang-peluang apa saja yang dapat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja bisnis yang ada.

Strategi bisnis yang diterapkan sesuai dengan strategic management dari Ansoff tentang betapa pentingnya tujuan, arah dan visi. Ansoff mengajukan kerangka untuk melihat peluang pertumbuhan intensif yang disebut sebagai bagan ekspansi produk/pasar. Pertama-tama manajemen dari bank syariah perlu mempertimbangkan dalam meraih pangsa pasar lebih besar dari produk yang dihasilkan dalam pasar yang telah ada. Jika hal tersebut tidak memungkinkan lagi maka dapat dipertimbangkan apakah terdapat pasar baru untuk produk yang telah tersedia untuk digarap lebih optimal, sehingga selanjutnya hal yang terakhir adalah menciptakan produk baru dalam pasar yang sudah ada. Setelah ketiga tahap dilalui, dan akhirnya perlu untuk mempertimbangkan peluang dalam menciptakan produk baru dalam pasar yang baru juga. Pada masing-masing situasi, Ansoff menyarankan strategi yang berbeda guna memaksimalkan potensi pasar yang tersedia sebagaimana yang akan dijelaskan sebagai berikut.

Strategi Penetrasi Pasar

Dalam hal ini, manajemen dari bank syariah akan mempertimbangkan untuk mencari peluang dalam mengembangkan pangsa pasar dari produk yang sudah ada yang ada dalam pasar yang selama ini digelutinya. Ada tiga pendekatan yang dilakukan oleh manajemen bank syariah, antara lain :

1.           Meningkatkan penggunaan nasabah sekarang. Laiknya nasabah lain yang memiliki rekening di bank lain, pada bank syariah hanya sakedar sampingan karena bank lain lebih memberikan kemudahan dan servis yang lebih baik daripada bank syariah. Maka dari itu, bank syariah harus mulai untuk meningkatkan pelayanan yang extra kepada nasabahnya dengan meningkatkan penggunaan produk-produknya yang sudah ada.

2.           Menarik nasabah bank lain. Dengan “bujuk rayu” yang hanya bisa dilakukan oleh bank yang memiliki superior customer value yang dapat dikomunikasikan dengan baik, sehingga nasabah lain tertarik untuk pindah.

3.           Menarik nasabah yang belum jadi nasabah. Masih banyak masyarakat Indonesia di seluruh pelosok daerah yang masih belum menggunakan transaksi melalui bank. Mereka sebenarnya pasar potensial untuk digarap menjadi nasabah.

Strategi Pengembangan Produk

Jika cabang-cabang bank syariah telah tersebar dan pasar telah sampai pada fase kedewasaan maka manajemen harus bisa me-maintain nasabah yang ada agar mereka tetap loyal pada bank. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah dengan mengembangkan produk-produk baru, sehingga pasar tidak sampai mengalami kejenuhan. Dalam konteks bank syariah pengembangan produk baru memang tidak sesederhana bank konvensional. Oleh karena itu harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai mengabaikan aspek kepastian hukumnya dari sisi syariah. Misalnya ketika bank syariah mencoba mengkreasi kartu kredit, deposito, atau produk-produk lainnya, tentu harus jelas betul statusnya dari sisi syariah. Sehingga tidak menimbulkan keraguan nasabah terhadap produk yang ditawarkan.

Strategi Diversifikasi

Akhirnya jika bank syariah telah menguasai pangsa pasar yang luas, dan pasar telah menikmati berbagai variasi produk yang ditawarkan oleh bank syariah maka bank syariah dapat mengembangkan strategi diversifikasi dalam bisnisnya, misalnya bank syariah bermain juga dalam bisnis asuransi syariah, mendirikan tabung haji, dan lain-lain. Diversifikasi dapat dilakukan oleh bank syariah secara vertikal maupun horisontal, tentunya dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang baik. Dengan pendekatan Ansoff ini diharapkan bank syariah dapat mengelola pertumbuhan pasarnya secara lebih teratur dan sistematis, sehingga lebih mudah untuk melakukan pengendalian.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.tazkiaonline.com/print.php?sid=511, 18 Mei 2004, Mengelola Pasar Bank Syariah, Mukhamad Najib, www.tazkiaonline.com.

http://www.swa.co.id/swamajalah/pernik/details.php?cid=1&id=494, 10 Juni 2004, Memanah Ke Dalam, www.swa.co.id

http://www.kimpraswil.go.id/itjen/pem2002/strategic%20management/Scenario%20planning%20toolbox.htm, April 1999, Strategic Management Scenario Planning Toolbox, Godet Michael, www.kimpraswil.go.id

http://www.adnanputra.com/artikel_otw_arsip.php?detail=ok&id=20#, 10 Oktober 2003, Diagrams – Addendum, www.adnanputra.com

 

Apr 01

PERENCANAAN STRATEGI

Posted by genbu in News NgebutZzz

PERENCANAAN STRATEGI

Kasus :

Suatu perusahaan IT Development & Services menjalankan 5 unit bisnis seperti yang ditunjukkan dalam tabel. Dengan mempergunakan model portfolio BCG, coba tentukan :

·          Apakah perusahaan itu dalam kondisi sehat?

·          Strategi apa yang perlu dipertimbangkan di masa yang akan datang?

Unit

Bisnis

Strategis

Penjualan dlm Dollar (juta)

Jumlah Pesaing

Penjualan dlm Dollar 3 Perusahaan Kompetitor (juta)

Tingkat Pertumbuhan Pasar

1.  IT Consulting and Information System Development

0.5

8

0.7;0.7;0.5

15%

2.  Hardware and Peripheral

1.6

22

1.6;1.6;1.0

18%

3.  Network Installation Service

1.8

14

1.8;1.2;1.0

7%

4.  Tool and Game Development

3.2

5

3.2;1.8;1.0

4%

5.  Software Utility Store

0.5

10

2.5;1.8;1.7

4%

Pendekatan BCG (Bolton Consultan Group)

 

 

Analisa Perencanaan Strategi Bisnis

1.           Unit Bisnis Strategi dari IT Consulting and Information System Development berada dalam posisi “Tanda Tanya”. Artinya unit bisnis ini memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi, tetapi pangsa pasar yang relatif rendah. Hal ini menandakan bahwa mungkin unit bisnis yang dirintis awalnya mencoba untuk memasuki pasar yang sudah ada, sehingga dibutuhkan dana yang cukup besar untuk menopang seluruh aktifitas bisnis dari unit ini. Dengan dana yang tersedia, dapat dimungkinkan bahwa unit bisnis dipertahankan untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik dan dapat menjadi “Bintang” sebagai penguasa dalam pasar, tentunya dengan pertimbangan bahwa tingkat persaingan pasar yang masih belum terlalu agresif.

2.              Unit Bisnis Hardware  & Peripheral berada di antara posisi “Tanda Tanya” dan “Bintang”. Artinya bahwa unit bisnis ini memiliki tingkat pertumbuhan pasar yang relati ftinggi serta pangsa pasar yang relatif tinggi sehingga mendandakan bahwa unit bisnis ini kemungkinan terbesarnya berada dalam posisi yang akan lebih baik dengan tingkat persaingan yang lebih ketat dan tingkat penjualan yang tinggi diharapkan unit bisnis ini akan menguasai pasar dalam waktu yang dekat. Dengan inovasi yang ada dan dana yang tersedia, unit bisnis ini akan bersaing ketat dengan pesaing lain yang berjalan dalam unit bisnis yang sama.

3.              Unit Bisnis Network Installation Service berada di antara posisi “Penghasil Uang” dan “Posisi Lemah”. Sebagai penghasil uang kedua bagi perusahaan, unit bisnis ini harus meningkatkan service dan inovasi yang lebih bagi setiap konsumen yang ada. Hal ini sangat berkaitan dengan tingkat persaingan pasar yang cukup berimbang dan  tingkat penjualan yang tinggi namun dalam tingkat pertumbuhan yang relatif lambat. Tetapi dengan dana yang ada, dapat di katakan bahwa unit bisnis bisa berkembang lebih baik dan menjadi penghasil uang yang utama bagi perusahaan ini.

4.              Unit Bisnis Tool & Game Development berada di antara posisi “Penghasil Uang” dan “Posisi Lemah”. Tidaj dapat dipungkiri bahwa game sangat disukai oleh setiap konsumen di muka bumi ini, tak heran bila tingkat penjualan unit bisnis ini mengalami lonjakan yang sangat tinggi di antara pesaing lain. Hal ini juga yang menjadikan unit bisnis ini sebagai penghasil uang terbesar bagi persahaan. Sehingga dana yang tersedia cukup untuk membantu unit bisnis lain yang membutuhkan dana segar untuk mengembangkan unit bisnis yang lain. Akan tetapi, dengan tingkat pertumbuhan pasar yang relatif ambat, bila tidak di antisipasi dengan baik, maka unit bisnis ini akan terperosot dalam posisi “Lemah”. Unit bisnis ini diharapkan untuk berpikir keras dalam meningkatkan inovasi terbaru seputar game dan tools development agar terus menjadi penghasil uang bagi perusahaan ini.

5.              Unit Bisnis Software Utility Store berada di posisi “Lemah”. Suatu posisi yang sangat rendah dibandingkan dengan unit bisnis yang lain. Unit bisnis ini dapat dikatakan tidak bisa bersaing degan kompetitor lain dalam mengembangkan usahanya. Selain tingkat penjualan yang rendah, serta persainga yang cukup merata, dan juga tingkat pertumbuhan pasar yang relatif lambat, unit bisnis ini jauh dari kesan dalam kondisi yang sehat. Walaupun dapat dimungkin untuk diberikan suntikan dana yang cukup besar, serta memberikan layanan yang lebih baik, akan tetap sulit untuk menyaingi penjulan dengan pesaing lainnya. Hal ini mungkin akan membuat para petinggi bekerja extra keras dalam memikirkan solusi yang lebih baik agar unit bisnis ini berjalan sebagaimana mestinya. Maka dari itu, bila solusi yang terbik masih tidak dapat ditemukan, akan lebih baik bila unit bisnis ini dihilangkan saja karena dianggap tidak bisa bersaing dalam pasar dan tidak dapat meningkatkan penjualan ke arah yang lebih baik.

Kesimpulan

·        Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa perusahaan ini dalam kondisi yang sehat mengingat hampir kebanyakan unit bisnis yang tersedia berada dalam posisi yang baik. Kendala yang ada adalah hampir semua unit bisnis ini berada dalam dua posisi yang dimungkinkan bila tidak diantisipasi secara baik dapat tergelincir ke dalam posisi yang berada di bawahnya.